Topikmetro.com - Din Minimi Mengakui bahwa dia dan kelompoknyalah yang lebih dulu menyerang tim gabungan Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara, di Dusun Tualang Geudong, Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Senin (2/11) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Benar saya duluan yang menyerang tim gabungan polisi itu,” ujar Din Minimi saat dikonfirmasi Serambi via handphone dari Banda Aceh, Senin sore.
Dalam komunikasi sekitar lima menit itu, Din Minimi menyatakan, “Saya dan anggota saya yang duluan menyerang, karena polisi selalu mengejar-ngejar kami. Untuk apa selalu mengejar kami? Kan saat ini tuntutan kami sedang dalam proses perdamaian di Jakarta.”
Din Minimi juga menambahkan, “Saya sampaikan kepada polisi, nggak usahlah terus-menerus memburu kami. Tak usah cari masalah. Kalau polisi masih terus memburu, maka kami akan tunggu lagi dan kami tetap melawan dan tetap bertahan hingga tuntutan keadilan bagi masyarakat miskin, eks kombatan GAM, janda, dan anak yatim korban konflik terealisasi.”
Din Minimi juga mengaku bahwa pascakontak tembak kemarin dia dan anggotanya dalam keadaan sehat. “Anggotanya saja masih lengkap bersama saya dan tak seorang pun ditangkap,” ujarnya saat ditanyakan apa benar Zulkarnaini (25), warga Gampong Grong-Grong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur yang diamankan polisi kemarin merupakan informannya.
“Dia bukan anggota saya, melainkan warga biasa. Anggota saya utuh bersama saya saat ini,” ucapnya. Sebelum menutup telepon,Din Minimi mengaku akan terus bertahan hingga keadilan yang mereka tuntut benar-benar dipenuhi Pemerintah Aceh.(*)
Sumber : Serambi Indonesia