Topikmetro.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) menyatakan produk sawit Indonesia tidak seburuk seperti apa yang
diisukan. Dilarangnya produk sawit Indonesia dijual ke wilayah Eropa,
dinilai hanya merupakan persaingan bisnis semata.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi
(EBTKE), Rida Mulyana, mengatakan, pada Sabtu, 28 November 2015, ia akan
berkunjung ke Prancis untuk menghadiri forum "Konferensi Perubahan
Iklim" yang akan dihelat pada 1 Desember 2015. Dalam kesempatan itu, ia
akan menyampaikan bagaimana Indonesia mengolah sawit agar tidak merusak
lingkungan.
"Seperti diketahui bahwa produk sawit kita banned (dilarang masuk Eropa). Meskipun itu tidak jauh dari persaingan bisnis. Yang terjadi adalah black campaign selama
ini sawit merusak lingkungan. Nyatanya di Indonesia itu masih bisa
diubah," kata Rida di kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Jumat, 27 November
2015.
Dalam kesempatan itu, Rida mengatakan akan memaparkan dan mencoba
menjual produk sawit mandatori biodiesel yang sudah terbukti ramah
lingkungan.
"Mandatori biodiesel ini menjadi perhatian dunia, karena sampai
saat ini di Malaysia pun hanya 7 persen campurannya, belum seluruhnya.
Sementara, kita sudah mulai 20 persen. Dan ini cukup mencengangkan
dunia," tuturnya.
Selain itu, pandangan limbah sawit yang disebut tidak ramah
lingkungan saat ini sudah bisa dimanfaatkan untuk sumber energi listrik
di Indonesia.
Ia menyatakan, akan menarik investor sebanyak-banyaknya. Salah
satunya adalah dengan memperjelas aturan, dan bagaimana agar dari bisnis
bisa memberikan margin perekonomian yang bagus yakni dengan menyediakan
tarif yang lebih bersaing.
"Sehingga tahun 2016, kita bisa menarik investor di luar lelang," ujar Rida.